PERSAHABATAN
Hari ini cuaca sangat cerah. Seperti hari-hari biasanya, aku menyusuri
jalanan untuk berangkat sekolah, aktivitas pedagang dipinggir jalan dan para
pengamen dilampu merah sudah menjadi pemandanganku setiap hari.
Letak
sekolahku tidak terlalu jauh dengan rumahku, hanya saja gedung yang menjulang
tinggi membuat rumahku tak terlihat. Hidupku berbeda dengan teman-teman
sekolahku lainya. Mereka bisa saja mendapatkan apa yang mereka inginkan, tas
bagus, sepatu baru, seragam bersih. Sedangkan aku, beralaskan sepatu buntut
yang dibelikan ayahku waktu aku masih kelas 1 SMP dan untungnya sampai sekarang
masih muat aku pakai walaupun kusam dan bolong. Seragamku pun lusuh karena
ibuku tak punya strika. Tapi itu semua tak pernah menyurutkan semangatku
manggapai ilmu, walau hanya berbekal beasiswa. Sekarang aku sudah duduk di
bangku 3 SMA.
Ayahku bekerja sebagai kuli bangunan dan ibuku tukang cuci baju. Aku tidak memiliki banyak teman di sekolah karena mereka akan berfikir 2 kali untuk bergaul dengan orang sepertiku. Tetapi aku mempunyai seorang sahabat yang tak pernah malu dengan keadaanku.
Ayahku bekerja sebagai kuli bangunan dan ibuku tukang cuci baju. Aku tidak memiliki banyak teman di sekolah karena mereka akan berfikir 2 kali untuk bergaul dengan orang sepertiku. Tetapi aku mempunyai seorang sahabat yang tak pernah malu dengan keadaanku.
“Yuki” Panggil mia,
trims
Tidak ada komentar:
Posting Komentar